Jumat, 24 Oktober 2014

INI LAH LUCUNYA BODREX

Bodrex 
Di suatu hari di bulan Ramadhan ketika itu seorang kakek sedang puasa, tiba-tiba kepalanya sakit, dengan panik si kakek langsung meminum obat Bodrex.
Cucunya yang melihat kejadian itu langsung bertanya sambil heran,
“Kakek kan puasa, kenapa minum obat?”
Dengan spontan kakek langsung menjawab,
“Itulah okenya Bodrex, bisa diminum kapan saja!!!.”

APA YANG DIAJARKAN RASULULLAH SAW KETIKA DI AKHIR DAN DI AWAL TAHUN BARU HIJRIYAH


Amat merugilah jika tahun ini sama saja dengan tahun kemarin. Tidak ada perubahan dan kemajuan. Bahkan sungguh celakalah jika tahun ini lebih hancur dari tahun kemarin. Ini mengundang malapetaka bencana yang luar biasa dahsyatnya. Tidak ada tambahan nilai-nilai kebaikan yang ditampilkan. Kemudhorotan dan maksiat itu seperti terjun bebas. Meluncur sedemikian derasnya. Melaju kencang tanpa henti. Tentu inilah akhir yang buruk.
Pengingkaran nilai-nilai kebaikan tentu memiliki damak yang signifikan terhadap psikologi. Kebahagian dan ketentraman jiwa mustahil akan terwujut karena.
Momen tahun baru ini marilah memperbaiki diri. Merepleksi perjalanan 1 tahun yang lalu. Menganalisa, mencari dan menemukan solusi terhadap problematika. Awalilah tahun ini dengan doa yang baik sehingga akan memuluskan langkah-langkah ke depan. Inilah doa-doa yang diwasiatkan untuk dibaca ketika di akhir dan di awal tahun.
Doa Akhir Tahun
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'ala sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma maa 'amiltu fi haadzihis-sanati mimmaa nahaitani 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa lam tansahu wa halamta 'alayya ba'da qudratika 'alaa uquubati wa da'autani ilattaubati minhu ba'da jur'ati alaa ma'siyatika fa inni astaghfiruka fagfirlii wa maa 'amiltu fiihaa mimma tardhaahu wa wa'adtani 'alaihits-tsawaaba fas'alukallahumma yaa kariimu yaa dzal-jalaali wal ikram an tataqabbalahuu minni wa laa taqtha' rajaai minka yaa karim, wa sallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin Nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihii wa sahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW,beserta para keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, segala yang telah ku kerjakan selama tahun ini dari apa yang menjadi larangan-Mu, sedang kami belum bertaubat, padahal Engkau tidak melupakannya dan Engkau bersabar (dengan kasih sayang-Mu), yang sesungguhnya Engkau berkuasa memberikan siksa untuk saya, dan Engkau telah mengajak saya untuk bertaubat sesudah melakukan maksiat. Karena itu ya Allah, saya mohon ampunan-Mu dan berilah ampunan kepada saya dengan kemurahan-Mu.
Segala apa yang telah saya kerjakan, selama tahun ini, berupa amal perbuatan yang Engkau ridhai dan Engkau janjikan akan membalasnya dengan pahala, saya mohon kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah, wahai Dzat Yang Mempunyai Kebesaran dan Kemuliaan, semoga berkenan menerima amal kami dan semoga Engkau tidak memutuskan harapan kami kepada-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.
Dan semoga Allah memberikan rahmat dan kesejahteraan atas penghulu kami Muhammad, Nabi yang Ummi dan ke atas keluarga dan sahabatnya.

Doa Awal Tahun
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim
Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam.
Allaahumma antal-abadiyyul-qadiimul-awwalu, wa 'alaa fadhlikal-'azhimi wujuudikal-mu'awwali, wa haadza 'aamun jadidun qad aqbala ilaina nas'alukal 'ishmata fiihi minasy-syaithaani wa auliyaa'ihi wa junuudihi wal'auna 'alaa haadzihin-nafsil-ammaarati bis-suu'i wal-isytighaala bimaa yuqarribuni
ilaika zulfa yaa dzal-jalaali wal-ikram yaa arhamar-raahimin, wa sallallaahu 'alaa sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa 'aalihi wa shahbihii wa sallam
Artinya:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, beserta keluarga dan sahabatnya.
Ya Allah Engkaulah Yang Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan hanya kepada anugerah-Mu yang Agung dan Kedermawanan-Mu tempat bergantung.
Dan ini tahun baru benar-benar telah datang. Kami memohon kepada-Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, kekasih-kekasihnya dan bala tentaranya. Dan kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan,agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, Nabi yang ummi dan ke atas para keluarga dan sahabatnya.

Laa Takhof Wa Laa Tahzan, INNALLAAHA MA'ANA! ! !

Laa Takhof wa laa Tahzan,INNALLAAHA MA'ANA! ! !

Wahai Ikhwah fillaah SEIMAN dan seperjuangan di seluruh penjuruh dunia. . .
Da'wah bukanlah jalan yang lurus dan enak ditempuh. . .
Da'wah adalah jalan yang penuh rintangan,berliku,terjal dan kadang bertebing, penuh onak dan duri . . .
Tidak semua orang mampu melewati jalan ini. . .
Kadang ada yang mengeluh,putus asa,menyerah dan akhirnya meninggalkan jalan tersebut. . .
Kadang ada yang balik ke belakang dg alasan mengatur siasat…
Kadang ada yang membuang sebagian, separuh bahkan semua beban tanggungjawab terus melanjutkan perjalanan …
Kadang ada yang jatuh dari tebing itu, dan akhirnya mati. ..
Ada juga yang tetap tegar dalam melewati berbagai rintangan tersebut dan akhirnya berhasil mencapai tujuan. . .
Inilah orang yang memang dipilih oleh ALLAH untuk mengemban amanah yang berat ini. . .Wahai ikhwah Fillaah SEAGAMA dan seperjuangan. . .
Yang sedang melewati jalan da'wah ini demi tegaknya kalimatullaah di muka bimi ini. . .
Sungguh. . .jalan yang qt tempuh ini adalah jalan yang mulia. . . Tidak ada lagi keraguan di dlmnya.
Semua nabi menempuh jalan ini,
Jika antum sudah terjun ke jaln ini,
maka. . . .
Janganlah antum mengeluh rasa bosan, dan putus asa ketika antum melewati jalan tersebut. . .
Kuatkanlah setiap pijakan kaki Antum dg likalimatullah,
Antum jangan mengira bahwa da'wah adalah jalan yang enak,enjoy ataupun santai. . .
Rintangan akan selalu menghadang orang" yang menempuh jalan ini. . .
Dari sebelah kanan,kiri,depan,belakang,dan dari segala penjuru. . .
Entah itu berupa cemoohan,makian,gunjingan,fitnahan,penjara ata bahkan qt harus berhadapan dengan senapan. . .Wahai Ikhwah Fillaah SETAUHID dan seperjuangan. . .
Musuh" akan selalu menghdag dari arah manapun. . .
Entah mereka dari orang" kafir,Yahudi,Nasrani dan para penyembah berhala(Thoghut)serta antek"mereka.. .
Atau bahkan musuh" itu dari orang" munafik yang mengaku muslim. . .
Mereka sangat tidak suka dengan apa yang qt lakukan ini. . .
Mereka hendak memadamkan cahaya ALLAH. . .
Tapi,YAKINLAH bahwa ALLAH sekali kali tidak rela jika cahayaNYA dipadamkan oleh musuh"NYA. . .Wahai Ikhwah fillaah SEKEYAKINAN dan seperjuangan. . .
Jalan da'wah adalah jalan yang ditempuh para Nabi ALLAH. . .
Tidaklah ss'orang Nabi pun,kecuali melewati jalan ini. . .
Jika antum ingin mengikuti jejak para Nabi,maka telusurilah jalan ini. . .
Dalam menempuh jalan Ini,para Nabi pun tidak terbebas dari rintangan ini. . .
Bahkan apa yang menimpa para Nabi pun tidak sebanding dengan apa yang menimpa qt sekarang ini. . .
Dalam menelusuri jalan da'wah ini,diantara mereka ada yang diCACI,diHINA,dikatakan tukang SIHIR,dikatakan orang GILA,atau disisir besi dan siksaan" yang lainnya yang telah parah dengan apa yang qt hadapi saat ini. . .Jika hari ini Antum dicacimaki, ketahuilah itu blm seberapa jika dibandingkan dg para pendahulu qt,
Jika hari ini Antum terdzalimi, ketahuilah itu blm seberapa jika dibandingkan dg para pendahulu qt,
Jika hari ini Antum dikhianati, ketahuilah itu blm seberapa jika dibandingkan dg para pendahulu qt,
Jika hari ini Antum menjadi jatuh miskin, ketahuilah itu blm seberapa jika dibandingkan dg para pendahulu qt,
Tapi qt lihat mereka, mereka tetap tegar dalam menghdapi berbagai cobaan itu. . .Wahai Ikhwah fillaah Rahmatillaah dan seperjuangan. ..
Ingatlah ALLAH selalu. . .
Fikirkan DIEN ISLAM ini kapanpun&dimanapun Antum berada. . .
ALLAH pasti akan menolong orang" yang menolong DIENNYA. . .
Intan surllah yansurkum wayutsabit akdamakum : Jika kamu menolong (
agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu. QS. Muhammad:7.
Jika tidak di dunia fana ini,maka pertolongan itu akan di dapat diakhirat. . .
Dimana ketika itu tidak ada pertolongan kecuali pertolongan ALLAH TA'AALA. . .Wahai Ikhwah fillaah MUSLIMIIN dan seperjuangan. . .
Kalau tidak qt,siapa lagi yang akan menolong DIEN ALLAH ini. . .
Kalau tidak qt. . .siapa lagi? ? ? ?
Siapa. . . . .lagi? ? ?
Tidak mungkin orang" yang tidak kena agama. . .
Tidak mungkin para penjahat. ..
Tidak mungkin para pencuri. . .
Tida mungkin para perampok. . .
Tidak mungkin orang" yang suka korupsi. . .
Tidak mungkin orang"Fajir itu. . .
Tidak mungkin orang yang menghabiskan waktunya untuk berfoya foya. . .
Tidak mungkin orang yang lelah mempedulikan dunia nya ketimbang akhirat dan agamanya. . .Wahai Ikhwah fillaah,tetaplah teguh di jalan da'wah ini. ..
Biarlah mulut" orang memaki maki dan mnghina qt. . .
Biarlah mereka menuduh qt sebagai pemicu keributan. . .
Biarlah mereka menuduh qt sebagai tukang fitnah. .
Biarlah mereka menuduh qt sebagai pemecah belah ummat. . .
Biarlah mereka mengatakan qt Gila. . .
Toh itu hanyalah ucapan" busuk yang keluar dari mulut" yang tak bertanggung jawab. . .
Dan ucapan" busuk itu sekali kali tidak bisa memadamkan semangat dan membahayakan qt. .
Kelak mereka akan mengetahui pada hari ktika mulut tak dapat berbicara. . .Saudari saudara SEIMAN dan seperujangan. . .
Biarlah mereka berbuat apa saja terhadap qt. . .
Bahkan biarlah mereka menodongkan peluru dikepala qt. . .
Qt tidak akan gentar untuk tetap melewati jalan mulia ini. . .
Sekali lagi keyakinan itu tidak akan mudah dipadamkan. . .
Jiwa raga ini bukan milik qt. . .
Jiwa raga ini tak ada artinya buat qt. .
Jika qt tidak menggunakannya untuk perjuangan dijalan ALLAH. . .
Jiwa raga ini adalah amanah yang ALLAH berikan kepada qt. . .
Janganlah qt berkhianat terhadap amanah ini. . .Saudara saudariku seperjuangan yang InsyaaALLAH senantiasa menCINTAI dan diCINTAI ALLAH. . .
Selangkah ke alam perjuangan,berarti bersiaplah dalam kepahitan. . .
Biarlah MENANGIS,TERLUKA,dan MENDERITA karena ALLAH. . .
Daripada MATI tanpa adanya satu Mujahadah. . .Memang qt tak sanggup selamanya terluka. . .
Tapi,ingatlah setiap TETES KERINGAT dan AIR MATA itulah Mahar qt ke Jannah. . . Apabila ditanya "KENAPA PERJUANGAN ITU PAHIT?" jawabnya "KARENA JANNAH ITU MANIS" salam perjuangan dari kami buat shohib wa shohibah yang berjalan d'Jalan da'wah. . . .

Kamis, 23 Januari 2014

KUMCER PENOMENAL 2014

TELAH TERBIT
Kumpulan Cerpen Sebait Kisah Dari Bengkulu

ISBN: 978-602-225-786-8
Terbit: Januari 2014
Halaman : 142, BW : 142, Warna : 0
Harga: Rp. 33.800,00
Design Kover : Alam Terkembang
Penerbit : Leutika Prio


Penulis
1. Vivin Yoansyah (abufikriyoansyah)
2. Milda Ini
3. Vanie Muslimah
4. Junita Susanti
5. Eka Susmiati
6. Eka Afriani
7. Arifatul Umyu
8. Arina Ilmah
9. Salawati Muchtar
10. Puspita Yudaningrum
11. Srihardiyanti
12. Rumasi Pasaribu


Apa kata mereka ...Endorsement

“Buku ini sebagai bentuk cinta FLP, bahwa Bengkulu itu kaya dan sangat indah. Alam yang menawan, kuliner, sosial budaya, sejarah, dan banyak hal yang tak bisa kau lupakan. Yang harus kita jaga dan lestarikan. Jika kau rindu akan Bumi Rafflesia, mari bergegas membaca buku ini, maka rindumu akan terurai. Jangan kau tahan rindu itu!” (Milda Ini, Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena, Ketua Forum Lingkar Pena Wilayah Bengkulu)

Di tengah kehidupan yang kian keras, penuh dengan kezaliman dan serba hedonis, cerpen-cerpen dalam buku ini sangat bagus untuk dibaca. Di samping sarat dengan sindiran akan fenomena buruk di atas, cerita-ceritanya sangat menyentuh jiwa, menghidupkan perasaan, membangun empati, dan melembutkan hati. (K.H. M. Syamlan, Penulis dan Tokoh Agama Bengkulu, Pembina FLP Wilayah Bengkulu)

Sebuah konstruksi dari kegelisahan rasa kembali dicetuskan oleh kawan-kawan yang tergabung dalam Forum Lingkar Pena (FLP) Bengkulu mengawali perjalanan tahun 2013, yaitu dengan dilahirkannya sebuah antologi cerpen yang diberi judul: Sebait Kisah dari Bengkulu. Antologi cerpen yang sarat dengan nuansa kelokalan ini menandakan perasaan serta kesadaran yang mendalam tentang pentingnya arti sebuah kultuurgebundenheid (latar belakang kebudayaan) maupun zeitgebundenheid (latar belakang jiwa–semangat zaman) dari para penulisnya. (Agus Setiyanto, Dosen dan Sejarawan Bengkulu, Pembina FLP Wilayah Bengkulu)


Khazanah budaya dan kehidupan masyarakat Bengkulu begitu beragam. Melalui kumpulan cerpen ini, para penulis berhasil mengangkat kembali budaya dan sisi kehidupan yang ada. Semoga kumcer ini bisa menjadi pemicu bagi kita semua untuk terus menghidupkan budaya dan kepedulian di sekitar kita. (M. Firdaus, S.P., M.M., Wartawan Senior Bengkulu, Pembina FLP Wilayah Bengkulu)


Membaca tulisan-tulisan karya sastra berupa Antologi Cerpen Sebait Kisah dari Bengkulu ini memunculkan secercah harapan bahwa negeri ini, terkhusus Provinsi Bengkulu, masih memiliki harapan untuk memiliki generasi-generasi yang terbaik. Harapan itu masih ada. Tulisan ini menjadi simbol bahwa Bengkulu itu kaya dengan budaya dan sejarah. (H. Dani Hamdani, M.Pd., Praktisi Pendidikan Fungsional Dinas Diknas Kota Bengkulu, Pembina FLP Wilayah Bengkulu)

Bengkulu memiliki keragaman budaya. Ini terlihat dari cerita yang ditampilkan dalam buku Sebait Kisah dari Bengkulu. Ditata begitu apik dengan berbagai konflik dan permasalahan yang ada sehingga mewakili realitas masyarakat Bengkulu itu sendiri. Selayaknya dunia literasi mengangkat kisah tiap daerah untuk memperkenalkan budaya, yang tak semua orang mengetahuinya. Tulisan ini memberitahukan kepada kita tentang Bengkulu. Majulah penulis Bengkulu! Teruslah berkarya! (drh. Agnes Majestika, Penulis dan Birokrat, Pembina FLP Wilayah Bengkulu)
Berminat Hub:
085268514888
085788678883
081919418141
08993153131

Sabtu, 19 Oktober 2013

NASYID HIJAZ "DIA KEKASIH ALLAH"

Nasyid ini takkan lekang dimakan waktu. Menyentuh, menghibur, dan syarat dengan artistik serta spiritual yang tinggi.

DIA KEKASIH ALLAH

Malu rasanya mengatakan cinta
Kepada dia kekasih Allah
Kerana dia insan mulia
Sedangkan diriku insan biasa

Ku pujuk jua hati dan jiwa
Meluahkan rasa cinta membara
Didalam pujian ucapan selawat
Tanda penghargaan seorang umat

Selagi upaya ku turuti ajarannya
Apa terdaya ku amalkan sunnahnya
Moga didunia mendapat berkat
Di akhirat sana beroleh syafaat

Kerana peribadinya aku terpesona
Kerana budinya aku jatuh cinta
Rindu ku padanya tiada terkata
Nantikanlah daku ditaman syurga

Sesungguhnya apa yang ku dambakan
Adalah cinta Allah yang Esa
Kerana cinta kepada Rasulullah
Beerti cinta kepada Allah

VIDEO:http://www.youtube.com/watch?v=UVXHuypnaYU
MP3:http://www.4shared.com/mp3/FPJD01YB/hijjaz-dia_kekasih_allah.html

Senin, 19 Agustus 2013

MAKNA SIMBOL 4 JARI

Simbol 4 jari untuk menunjuk icon Rabi'ah (dalam bahasa Arab, Rabi'ah/arba'ah = Empat). Rab'ah (angka 4) dijadikan sebaga
i Simbol Keteguhan dann Perlawanan untuk seluruh dunia yang mencintai kebebasan.

Minggu, 18 Agustus 2013

KITA CERAI SAJA....

Berikut adalah sebuah kisah mengharukan tentang keharmonisan rumah tangga...semoga ada hikmahnya...Amin!
==============================================================

Saat aku dilamar suamiku, aku merasa bahwa akulah wanita yang paling
beruntung di muka bumi ini. Bayangkan dari sekian juta wanita di dunia ini, aku yang dia pilih untuk jadi isterinya. Kalau aku persempit, dari sekian banyak wanita di negara ini, di propinsi ini, di kota ini, di rumah ibuku yang anak perempuannya 3, aku yang paling bungsu yang dipilih untuk jadi isterinya! Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


Aku berusaha keras menjadi isteri yang baik, patuh pada suami, menjaga kehormatanku sebagai isterinya, menjadi ibu yang baik, membesarkan anak-anakku menjadi sholih dan sholihah. Aku memanfaatkan pernikahanku sebagai ladang amalku, sebagai tiket ke surga.
Walaupun begitu... hidup seperti halnya makanan penuh dengan bumbu.
Ada bumbu yang manis, yang pahit, yang pedas, dan lain-lain. Aku juga menghadapi yang namanya ketidakcocokan atau selisih paham dengan suamiku, baik itu tidak sepaham, kurang sepaham, agak sepaham, hampir sepaham, atau apapunlah itu. Tapi aku tahu apa yang harus aku lakukan. Aku mencoba berpikiran terbuka, mengakui kebenaran bila suamiku memang benar dan mengakui kesalahan bila aku memang salah. Aku mencoba bertuturkata lembut menegur kesalahan suamiku dan membantunya memperbaikinya agar ia merubah sikapnya. It's all about compromising.
Namun apalah daya... pada akhirnya, terucap pula kata itu dari bibir
suamiku "kita cerai saja!". hanya karena sebuah masalah kecil yang
tanpa sengaja menjadi besar.
Saat itu seperti kudengar suara petir menggelegar di kepalaku. Arsy
pun berguncang untuk ke sekian kalinya. Dan hatiku hancur berkeping-
keping. Aku menjadi wanita paling pilu sedunia.
Tak ada yang kupikirkan selain... yah kita memang harus berpisah!
Kuingat kembali pertengkaran-pertengkaran kami sebelumnya... Kita
memang sudah nggak cocok!
Kupikirkan kesalahan-kesalahan apa yang telah aku lakukan namun lebih sering mengingat kesalahan-kesalahan suamiku.
Aku menangis sejadi-jadinya hingga dadaku sesak dan airmataku kering. Hari itu menjadi hari paling menyedihkan dalam hidupku.
Tak kulihat suamiku di sampingku keesokan paginya. Entah kemana ia.
Tanpa sadar aku, layaknya aktris berakting di sinetron-sinetron,
memandangi foto-foto kami dulu dengan berlinang airmata. Ngiris hati
ini. Andai saja ada lagu Goodbye dari Air Supply yang mengiringiku,
tentu semuanya menjadi scene yang sempurna.
Sekilas kenangan lama bermunculan di benakku. Aku teringat pertama
kali aku bertemu suamiku, teringat apa yang aku rasakan saat ia
melamarku. Aku tersenyum kecil hingga akhirnya tertawa saat mengingat malam pertamaku. Ha ha ha.
Anak-anakku datang saat melihat ibu mereka ini tertawa, memelukku
tanpa tahu apa yang sedang terjadi. Mereka masih kecil-kecil.
Kupandangi mereka satu per satu.... Mereka mirip ayahnya. Aku jadi
teringat saat pertama kali kukatakan padanya bahwa ia akan menjadi
ayah. Hhmmm...
Ku lalui hari-hari penuh kekhawatiran bersamanya, menunggu kelahiran
buah cinta kami. Dengan penuh kasih sayang, suamiku memegang tanganku, mencoba menenangkanku saat sang khalifah baru lahir, walaupun kutahu ia hampir saja pingsan. Keningku diciumnya saat semuanya berakhir walaupun wajahku penuh keringat saat itu. Saat kubuka mataku, disampingku ia duduk menggendong bayi mungil itu. Bersamanya, kubeli tiket ke surga...
"Mi, abi mana?" suara anakku mengejutkan lamunanku. Tak sanggup
kumenjawabnya. Hampir saja aku menangis lagi.
Tiba-tiba kulihat sesosok bayangan dari balik dinding. Suamiku datang. Rupanya tadi malam ia tidur di masjid. Ia melihatku bersama anak-anakku. Mereka berhamburan menyambut ayahnya, memeluk lututnya karena mereka belum cukup tinggi menggapai bahu ayahnya itu. Ia membawakan makanan untuk mereka.
Saat anak-anak sibuk dengan makanan itu, ia menghampiriku. Aku mencoba untuk biasa dan kuajak ia melihat foto-foto lama kami. Bernostalgia. Aku tertawa bersamanya. Mengingat yang telah lewat.
Sesekali ia memandangku lembut. Aku tahu ia sedang berfikir. Namun aku khawatir ia sedang meyakinkan hatinya untuk benar-benar menceraikan aku dan mengatur kata-kata agar aku dapat menerima keputusannya.
Saat ia diam dan memandangku dalam-dalam, kukatakan padanya bahwa aku merindukannya sejak tadi malam. Ia tersenyum dan mengatakan bahwa ia pun merasakan hal yang sama.
Hatiku lega. Kututup album foto itu dan kukatakan padanya bahwa selain dari semua kekuranganku tentu ada kelebihanku, selain dari semua yang tidak disukainya tentu ada yang disukainya, selain dari semua ketidakcocokan kita tentu ada bagian yang cocok. "Bila tidak, apa alasan Abang mau menikahi Dinda dulu? Dan .. bagaimana mungkin kita bisa bertahan selama ini?"
Ia mencium keningku. Kurasakan air mata mengalir hangat di pipiku.
Tapi bukan air mataku...
"Allah memang hanya menciptakan Dinda buat Abang... Maafin Abang
ya..."
Kuusap air mata dari pipinya dan ia membaringkan kepalanya di
pangkuanku...
"Maafin Dinda juga ya, Bang..."
Entah apa yang membuatnya berubah pikiran. Aku tak ingin
menanyakannya.
Hanya dengan berada di sisiku pagi itu, aku rasa aku tahu
jawabannya...
Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk
memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau
berfikir panjang.
(Untuk pangeranku, aku ingin beranjak tua bersamamu... atas izin
Allah)Sumber: http://irdy74.multiply.com/journal?&page_start=240